Sabtu, 22 Oktober 2011

Download Lagu Minang


Teman 2 dapat mendownload lagu 2 Minang kreativitas Caroline Record Group dalam bentuk Mp3 - 3gp - Mp4 .
Disini :

https://www.youtube.com/c/FerryZein


Perlahan namun pasti, musik dan lagu Minang secara bertahap mulai menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. Era kebangkitan itu dimulai apada awal decade 90-an ketika para musisi Minang mulai membudayakan penciptaan karya musik bertolak dari kesenian dan musik tradisi Minang. Dari sejumlah nama yang menjadi pionir, nama Ferry Zein sebagai tercatat sebagai musisi pembaharu.
 Ditangan Ferry Zein alat musik modern mampu melahirkan musik indah bernuansa Minang yang kental. Meskipun tak dibesarkan di Sumatera Barat, pria asal Maninjau yang lahir di Bukittinggi tanggal 26 Februari 1958 ini sangat memahami warna musik Minang. Sehingga tak heran kalau aransemen musik yang dibuatnya diterima oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan “booming” nya penjualan beberapa album lagu Minang yang musik dimainkan dan diaransir Ferry Zein. Diantaranya album Kasiak Tujuah Muaro, Ratok Padi Ampo yang membuat nama Zalmon mencuat menjadi penyanyi kenamaan. Begitu juga album Bungo Lambah Gumanti yang membuat Gamawan Fauzi menjadi “Bupati plus” karena sukses sebagai penyanyi dan kini dipercaya sebagai Menteri dalam Negeri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua.
Tak sedikit penyanyi yang melejit namanya karena musik pengiring lagunya diaransir oleh Feryy Zein. Diantarnya Zalmon, An Roy dan Monalisa. Ferry Zein sendiri tak ingat lagi sudah berapa album musik yang diransirnya sejak awal decade 90-an, namun tak kurang dari seribu album. Sehingga warna musiknya menjadi trend dan menjadi acuan bagi musisi lainnya dalam mengarap musik. Sampai kini warna musik yang dipopulerkan Ferry Zein masih mendominasi blantika musik dan lagu Minang. Sehingga tidaklah berlebihan kalau dia disebut tokoh pembaharu musik Minang modern.
Selain aktif bermain musik dan memberi kesempatan bagi penyanyi untuk bersaing dalam bisnis musik rekaman, Ferry Zein juga aktif diberbagai organisasi kesenian. Diantaranya di DPD Persatuan Artis Pencipta dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI), Persatuan Artis Minang Indonesia (PARMI) dan beberapa organisasi lainnya. Hal itu pula yang membuatnya mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada dua kali Pemilu, berharap bisa memperjuangkan nasib seniman dilembaga tinggi Negara tersebut. Tapi keberuntungan belum berpihak kepadanya dan sepertinya dia memang ditakdirkan menjadi seniman, bukan politisi.
Kini dia juga dipercaya oleh Pemprov. Sumbar menjadi Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumbar, sebuah lembaga independen yang dilegitimasi pemerintah untuk mengawasi program dan kinerja pengelola radio dan televisi di Sumatera Barat. Masalah program radio dan televisi ini bukanlah hal yang asing bagi Ferry Zein, karena dia pernah menjadi karyawan RRI Padang begitu dia menamatkan pendidikan di Akademi Pariwisata Tri Sakti Jakarta. Namun dia memilih berhenti jadi pegawai negeri untuk memenuhi panggilan jiwanya sebagai pemusik, selain ikut mengembangkan Tama Rekreasi Pondok Carolina milik keluarganya. ***

1 komentar: